Sabtu, 19 Februari 2011

Inilah 10 Penyakit Terbanyak yang Membunuh Pria ›


Dari beberapa indikator, pria
ternyata memiliki status
kesehatan yang lebih buruk
dibandingkan wanita. Angka
kematian pria pun lebih tinggi
dibandingkan wanita. Ada 10
penyakit yang paling banyak
membunuh pria.
"Ada beberapa fakta yang dapat
dilihat dan dirasakan terkait
dengan rendahnya kesehatan
pria dibandingkan wanita," jelas
Dr. Edy Rizal Wahyudi, SpPD dari
Departemen Ilmu Penyakit Dalam
FKUI-RSCM, dalam acara Press
Conference The 4th Annual
Women's Health Expo di FKUI-
RSCM, Jakarta, Kamis
(17/2/2011).
Menurur Dr Edy, hal yang paling
nyata dan hampir terjadi di
banyak negara di dunia adalah
perbedaan angka harapan hidup
antara pria dan wanita.
"Angka harapan hidup pria
cenderung lebih pendek,
berkisar 4 hingga 6 tahun lebih
pendek dibandingkan wanita.
Bila ditilik lebih jauh, ternyata
kematian yang terjadi
(khususnya pada pria) banyak
yang bersifat prematur dan
seharusnya dapat dicegah," jelas
Dr Edy.
Terkait hal tersebut, perlu
dikenal dan diketahui dengan
baik tentang penyakit yang
sering diderita dan menjadi
penyebab kematian pada pria,
sehingga pada akhirnya
tindakan promosi kesehatan
atau pencegahan dapat
dilakukan sedini mungkin.
Dr Edy menjelaskan berikut 10
penyakit yang paling banyak
membunuh pria:
1. Penyakit jantung
2. Kanker
3. Luka-luka atau kecelakaan
4. Stroke (cerebrovascular
kecelakaan, CVA)
5. PPOK (penyakit paru obstruktif
kronik)
6. Diabetes
7. Influenza dan Pneumonia
8. Bunuh diri
9. Penyakit ginjal
10. Penyakit Alzheimer
"Sangat penting bagi kaum pria
untuk menyadari kerentanan
mereka dan mengambil tindakan
positif untuk mencegah
datangnya penyakit-penyakit
tersebut dan meningkatkan
perhatian pada diri sendiri akan
adanya faktor-faktor risiko
yang mungkin ada, seperti
riwayat penyakit jantung,
diabetes dan tekanan darah
tinggi dalam keluarga, obesitas,
gaya hidup buruk, kebiasaan
merokok dan stres," jelas Dr Edy.
Hal yang menarik, lanjut Dr Edy,
sifat atau perasaan yang umum
dijumpai pada pria yaitu
ketakutan, malu dan tak mau
mengalah, bisa terkait dengan
masalah kesehatan pria.
"Ketakutan akan eksistensinya
sebagai pria yang diragukan,
malu untuk menyatakan diri
sakit yang diidentikkan sebagai
kelemahan dan selalu berusaha
menampilkan diri serba mampu,
sehingga muncul sifat tak mau
mengalah," ungkap Dr Edy.
Belum lagi kekhasan coping
mechanism (respons saat
menghadapi masalah) pada pria
yang umumnya dilampiaskan
pada hal-hal yang kurang baik
untuk kesehatan sendiri, seperti
merokok, minum alkohol,
perilaku antisosial dan
penggunaan obat-obatan.
"Melihat beberapa hal tersebut,
maka keterlibatan orang lain
atau kelompok lain sebagai
pemacu agar para pria lebih
memperhatikan kesehatannya
menjadi sesuatu yang harus
dilakukan. Dalam hal ini, wanita
dapat sangat berperan," tutup
Dr Edy.

0 komentar:

Poskan Komentar