Jumat, 14 Oktober 2011

Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:
Kompetensi Dasar :


1. Menemukan tema dan pesan syair yang diperdengarkan Kamu tentu pernah mendengarkan pembacaan syair. Syair merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat terkenal. Syair berasal dari kesusastraan Arab, dari kata syu’ur yang artinya perasaan. Ciri-ciri syair, antara lain sebagai berikut

1. Setiap bait terdiri atas empat baris.
2. Setiap baris terdiri atas 8 sampai 14 suku kata.
3. Semua baris merupakan isi.
4. Syair bersajak aaaa.
5. Setiap bait syair tidak dapat berdiri sendiri.
6. Biasanya, setiap baris terdiri atas empat kata.

Dengarkan pembacaan penggalan syair berikut ini!
Syair Abdul Muluk


Berhentilah kisah raja Hindustan,
Tersebutlah pula suatu perkataan,
Abdul Hamid Syah paduka Sultan,
Duduklah baginda bersuka-sukaan.
Abdul Muluk putra baginda,
Besarlah sudah bangsawan muda,
Cantik menjelis usulnya syahda,
Tiga belas tahun umurnya ada.
Parasnya elok amat sempurna,
Petah menjelis bijak laksana,
Memberi hati bimbang gulana,
Kasih kepadanya mulya dan hina.

”Syair Abdul Muluk” menceritakan kisah seorang putra raja Hindustan yang bernama Abdul Muluk. Dia adalah putra Abdul Hamid Syah. Abdul Hamid Syah sangat bergembira melihat anaknya sudah cukup dewasa. Pada saat mencapai usia tiga belas tahun, ia tampak sudah sangat dewasa. Selain pemikirannya yang cemerlang, parasnya yang tampan, ia juga sangat bijak dalam menghadapi banyak persoalan sehingga banyak orang yang mengagumi dan menyukainya. Tema ”Syair Abdul Muluk” adalah kisah putra raja yang bijak. Pesan atau amanatnya adalah hendaklah kita menjadi orang yang bijak dan baik budi agar dicintai sesama.

Tagged:

0 komentar:

Poskan Komentar